Cruel Summer

Makna lagu “Cruel Summer” dari Taylor Swift, Beberapa Fakta Mengejutkan Dibaliknya

Posted on

MITEKAITE – Musim panas adalah saat yan gpalin gorang tunggu tunggu untuk melakukan hal hal menyenangkan. Namun, tak jarang juga waktu musim panas ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman, untuk menggambarkan perasaan romansa yang hangat dan penuh emosi.

Tak terkecuali Taylor Swift, sebagai seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat. Ia juga tidak luput dari memanfaatkan nuansa musim panas dalam karya-karyanya, termasuk dalam lagu “Cruel Summer.” Tapi, apa yang membuatnya menulis lagu tentang musim panas ini? Mari kita telaah lebih dalam tentang makna dan perasaan yang tersirat dalam lagu Cruel Summer.

  1. Sebuah Kisah Romantis Penuh Rindu dan Misteri

Dalam albumnya yang dirilis bersama iheartradio pada tahun 2019, Taylor Swift mengungkapkan bahwa “Cruel Summer” adalah salah satu lagu yang menceritakan tentang perasaan romansa di musim panas. Lagu ini menggambarkan betapa intensnya perasaan cinta dan kerinduan di tengah suasana panas yang membara. Romansa musim panas ini ternyata tidak hanya indah, tetapi juga diliputi rasa merindukan dan terkadang misteri yang menyelimuti.

 

  1. Racikan Hubungan yang Toksik

Melalui lirik-liriknya, “Cruel Summer” juga mengisahkan tentang hubungan yang toksik, di mana terdapat keputusasaan dan rasa sakit. Lagu ini menggambarkan seorang individu yang merasa sangat mendambakan sesuatu yang sebenarnya sudah ada di depan mata, tetapi sulit dijangkau. Kesempurnaan yang hanya tampak seolah-olah tak tercapai, dan ada sensasi ketidakpastian dalam hubungan ini. Taylor Swift menggambarkan ini sebagai sebuah cinta musim panas yang putus asa, yang mungkin sejak awal sudah terancam untuk hancur.

 

  1. Rasa Sakit yang Ingin Dipertahankan, yaitu tentang Dualitas Cinta yang Menyakitkan

Dalam lagu yang bernuansa electropop ini, Taylor Swift memindahkan perasaan ketertarikannya terhadap seseorang menjadi keraguan dan sensasi negatif. Lagu ini menggambarkan bagaimana cinta bisa membawa perasaan menyakitkan, tetapi tetap diinginkan untuk dipertahankan. Ada dua sisi dalam lagu ini. Pertama, Taylor Swift secara eksplisit mengungkapkan keinginannya agar orang yang dicintainya menjadi kekasihnya. Kedua, lagu ini mencerminkan konsep bahwa setiap hal baik memiliki dua sisi yang berpotensi melukai.

 

  1. Beban Romansa Musim Panas yang Teramat Berat

Bagi Taylor Swift, menjaga hubungan romantis bukanlah perkara mudah, terutama saat hidupnya selalu berada di bawah sorotan. Lirik dalam “Cruel Summer” mencerminkan perasaan berat yang dialami Taylor Swift dalam menjalani musim panas yang penuh tekanan dalam kehidupan pribadinya. Lagu ini menjadi saluran untuk mengekspresikan semua perasaan sedihnya.

 

  1. Masa Lalu Romantis antara Taylor Swift dengan Tom Hiddleston dan Joe Alwyn

Berdasarkan konteks lirik, banyak penggemar yang menduga bahwa “Cruel Summer” mengisahkan hubungan masa lalu Taylor Swift dengan aktor Inggris, Tom Hiddleston. Hubungan mereka terjalin di musim panas dan berakhir dalam keputusasaan. Taylor juga kemudian menjalin hubungan dengan Joe Alwyn, yang juga ditemuinya di Met Gala pada tahun 2016. Lagu ini menjadi sarana untuk merenungkan dan mengenang cerita cinta yang pernah dialami Taylor Swift.

 

  1. Mengakhiri dengan Lagu Menyayat Hati

Dengan musik yang enak di telinga, “Cruel Summer” menghadirkan makna yang dalam tentang romansa, keputusasaan, dan dualitas cinta. Lagu ini merangkum pengalaman-pengalaman emosional Taylor Swift dalam hubungan-hubungan yang melibatkan perasaan bercampur aduk di musim panas. Itulah tadi makna dan perasaan yang tersirat dalam lagu Cruel Summer. Apakah kamu termasuk salah satu yang menikmati lagu yang penuh dengan perasaan ini? Suarakan pendapatmu! (redaksisitus slot terpercaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *