tentang luxury brand

Mengenal Luxury Brand, Anda Tim Loud Atau Quiet Luxury?

Posted on

MITEKAITE – Di platform Tiktok, seorang perempuan menyebut Charles and Keith sebagai brand Luxury. Postingannya dihujat warganet yang menganggap perempuan tersebut tidak paham mengenai brand tersebut. Sekarang, mari kita cari tahu apa itu luxury brand, loud luxury dan quiet luxury.

 

Memahami Tentang Luxury Brand

Menurut bahasa, luxury berasal dari kata luxus dalam bahasa Yunani yang artinya kelimpahan dalam cara hidup. Bisa juga diartikan sebagai kekayaan yang dapat memenuhi keinginan di luar kebutuhan.

Di dunia fashion modern, Luxury menjadi kata yang digunakan untuk menggambarkan produk berharga mahal dan penuh kesan mewah.

 

Pengertian Luxury Brand

Sederhananya, luxury brand merupakan merek dagang yang memiliki harga tinggi. Serta jaminan kualitas dan eksklusifitas bagi siapa saja yang memilikinya.

Kesan “eksklusif” ini yang membuat barang ini tidak bisa dimiliki sembarang orang. Membuatnya menjadi barang langka adalah salah satu trik yang digunakan produsen agar produknya terlihat mewah.

 

Jenis Luxury Brand

Meski masuk dalam golongan Luxury, ternyata di dalamnya dibagi lagi menjadi 2 jenis. Yakni Loud Luxury dan Quiet Luxury. Simak penjelasannya di bawah.

  • Loud Luxury

Merupakan segolongan brand yang sering mempertontonkan logo mereka pada setiap produk yang dihasilkan.

Mulai dari logo yang berukuran kecil hingga berukuran besar, terpampang nyata di produk mereka. Tujuannya adalah untuk memberitahukan pada siapa pun yang melihat bahwa produk ini dari brand ini. Itulah mengapa disebut “Loud”.

Beberapa brand yang masuk kategori ini di antaranya ialah Louis Vuitton, Chanel, hingga Fendi.

  • Quiet Luxury

Merupakan kebalikan dari jenis sebelumnya. Jika Loud ingin logonya terlihat, Quiet cenderung menyembunyikannya.

Logo brand ini biasanya ditempatkan di dalam produk atau bagian lain yang dapat menyembunyikan logo tersebut. Hal ini membuat siapa pun yang melihatnya tidak mampu menebak dari mana produk tersebut berasal.

Quiet luxury koleksinya cenderung memiliki ciri khas elegan dalam kesederhanaan. Tidak mencolok seperti loud luxury. Beberapa brand yang masuk kategori ini ialah Delvaux, Jill Sander dan Bottega.

 

Value

Agar bisa dikatakan sebagai luxury brand, ada value atau nilai khusus yang harus dipenuhi. Menurut Pamela Danziger, Senior Kontributor Forbes ada 10 nilai yang menjadi indikator. Apakah sebuah brand masuk luxury atau tidak, di antaranya:

  1. Superior Performance

Luxury brand identik dengan hasil terbaik dan menjadi peringkat teratas di kelasnya. Untuk mendapatkan posisi ini, maka sebuah brand harus memberikan performa terbaik agar produk yang dihasilkan juga jadi yang terbaik.

  1. Craftsmanship

Produk golongan luxury merupakan hasil kerajinan tangan yang sulit untuk ditiru oleh mesin. Ini jadi salah satu alasan mengapa produk Luxury selalu berharga mahal dan eksklusif.

  1. Exclusicity

Nilai lain yang harus ada pada produk luxury adalah kesan eksklusif. Bukan hanya sekedar susah didapat, namun membuat konsumen masuk dalam lingkaran komunitas eksklusif.

  1. Innovation

Sebuah produk bisa dikatakan luxury ketika tempat pembuatannya bisa menghasilkan inovasi secara konstan dan stabil tiap masanya.

  1. Sense of Place and Time

Produk luxury adalah barang-barang yang masa pakainya tidak lekang oleh waktu. Ketika sebuah produk dibeli pada masa sekarang, bukan tidak mungkin model yang sama tetap menjadi trend di masa depan.

  1. Sophistication and Design Aesthetic

Barang yang dihasilkan haruslah barang yang tidak akan tergerus waktu. Jadi, meski digunakan di masa depan barang ini tetap terlihat mewah.

  1. Creative Expression

Meninggalkan kesan artistik pada setiap produk yang dihasilkan. Kesan ini harus didefinisikan oleh seorang visioner atau desainer.

  1. Relevant

Harus menyesuaikan dengan gaya hidup dan kehidupan konsumennya. Itulah mengapa banyak produk jenis ini yang biasanya dipesan agar sesuai dengan gaya hidup konsumennya.

  1. Heritage

Luxury brand identik dengan cerita panjang sejarah perjuangan mereka yang akan diwariskan ke generasi berikutnya.

  1. Responsibility

Bukan hanya harganya yang mahal dan tampilan yang elegan. Brand luxury juga mengedepankan tanggung jawab sosial penggunanya.

 

Sistem Hirarki

Meski sudah berada di tingkatan teratas kelas sosial. Ternyata brand luxury masih memiliki hierarki atau tingkatan. Piramida ini menunjukkan bagaimana aksesibilitas kemewahan berbagai jenama besar.

Hirarki ini ditetapkan berdasarkan harga dan aksesibilitasnya. Berikut adalah tingkatan dan contoh brand dari tingkatan tersebut.

  • Everyday Luxury

Di pasar Indonesia, golongan ini harganya di bawah 1,5 juta. Termasuk dalam golongan paling rendah dimana produknya mudah ditemukan.

 

  • Affordable Luxury

Sedikit lebih tinggi dari sebelumnya, harga brand ini berkisar antara 1,5 – 4,5 jutaan. Beberapa contoh brand golongan ini adalah Geox, Coach hingga Tiffany and Co.

 

  • Accessible Core

Gucci, Tissot hingga Prada masuk dalam kategori ini. Golongan ini harganya sekitar 4,5 hingga 23 jutaan. Biasanya merupakan barang rancangan desainer.

 

  • Premium Core

Harganya mulai dari 20 hingga 77 jutaan. Golongan ini diisi oleh brand-brand perhiasan seperti Rolex, Bulgary, Chopard hingga Tag Heuer. Salah satu brand fashion yang masuk golongan ini adalah Louis Vuitton.

Sementara Hermes masuk dalam golongan “tengah-tengah” antara Premium dan Superpremium.

 

  • Superpremium

Harga yang ditawarkan berkisar antara 70 jutaan hingga 700 jutaan. Contoh brand kategori ini adalah Veneta, Breguet, Phillipe dan Bottega.

 

  • Ultra-High End

Urutan ke 2 dari strata brand mewah dipegang beberapa brand di antaranya Graff dan Leviev. Harganya di atas 700 juta dan didominasi oleh merek perhiasan.

 

  • Bespoke

Penduduk puncak hirarki dinilai bukan hari harganya, tapi dari cara memperolehnya. Produk golongan ini bisa dibeli hanya jika konsumen memesannya ke produsen.

Tidak main-main, konsumen golongan ini adalah kalangan bangsawan secara turun temurun atau kalangan old money.

 

Klasifikasi Konsumen

Bukan hanya produk brandnya yang dibagi-bagi dalam beberapa golongan. Ternyata dalam sistem luxury brand, konsumen juga di kotak-kotakan dalam beberapa kategori di antaranya ialah:

  1. Partician

Kategori konsumen ini diisi oleh kaum bangsawan dan old money. Mereka yang sangat memperlihatkan status sosialnya melalui brand pakaian yang mereka gunakan.

Jenis konsumen ini biasanya sering menggunakan Quiet Luxury. Meski terlihat mewah, namun tidak pernah menampakan brand tempat produksinya.

 

  1. Parvenus

Orang kaya baru masuk dalam kategori ini. Termasuk orang-orang yang membeli barang branded untuk mendapat pengakuan atas kekayaan yang dimiliki. Berbeda dengan Partician, Parveus akan memiliki brand dengan logo besar dan nyata.

 

  1. Poseurs

Jika anda sering menemukan orang yang membeli barang branded dengan biaya pas-pasan. Namun, tetap ingin terlihat seperti kalangan atas. Orang tersebut masuk kategori ini.

Dengan kondisi tersebut, seorang Poseurs rawan membeli barang-barang KW hanya untuk memenuhi gengsinya.

 

Setelah membaca tulisan ini, kini anda telah mengenal Luxury Brand. Berdasarkan ciri-ciri yang telah dijabarkan, anda bisa menentukan apakah termasuk dalam tim loud luxury dan quiet luxury.(redaksi: deposit pulsa tanpa potongan )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *