salman rushdie

Muncul Lagi Setelah Kasus Penikaman, Begini Kondisi Salman Rushdie  

Posted on

MITEKAITE – Novelis buku terkenal bertajuk Ayat-ayat Setan kembali muncul ke publik setelah kasus penikaman terjadi padanya. 2022 lalu, peristiwa itu menimpa Salman Rushdie di sebuah kampus dan berikut adalah informasinya.

Muncul Kembali Setelah Ditikam

Penulis ini mulai aktif menghadiri pesta meski kini satu matanya harus ditutup akibat insiden penikaman 2022 lalu.

Mengutip dari berbagai sumber, Rushdie terlihat menghadiri sejumlah pesta bersama sang istri yakni Rachel Eliza Griffiths. Pesta tersebut merupakan Gala Library Lions di New York Publik Library tepatnya di 42nd Street.

Saat diwawancarai media, dia mengaku baik-baik saja. Tujuannya datang ke sana juga untuk merayakan pemberian medali salah satu rekannya.

Sosok penulis dan penari yang akan menerima medali Library Lions adalah Bill Jones, dan merupakan rekan Rushdie. Library Lions sendiri adalah penghargaan tertinggi dari pihak perpustakaan untuk penulis.

Kini Jones adalah salah satu dari 5 orang yang menerima medali tersebut. Salah satunya adalah Rushdie sendiri, dan ia mengenakan medali miliknya selama acara berlangsung.

Ketika diminta untuk menggambarkan dirinya, dia menyebut bahwa ia adalah seekor singa tua, bagian belakang medali tertulis 2008. Artinya sudah 15 tahun Library Lions bertahta di hidup penulis novel Ayat-ayat Setan ini.

Namun dia mengaku walau sudah 15 tahun, rasanya baru kemarin penghargaan bergengsi tersebut dia terima.

Pada kesempatan itu, ia mengumumkan bahwa memoarnya akan terbit di 2024 nanti. Namun sang penulis enggan membeberkan keterangan lebih detail terkait buku bertajuk Knife. Merupakan memoar yang mengungkap kisah di balik penikaman terhadap dirinya pada Agustus tahun lalu.

 

Kronologi Pencipta Ayat-ayat Setan Ditikam

Perlu diketahui memang sejak dirilis buku tersebut telah banyak memancing kontroversi. Sang penulis bahkan ditikam 15 kali saat akan mengisi kuliah di New York.

Insiden bermula saat Rushdie ada di panggung Institut Chautauwua untuk memberikan materi kuliah. Si penikam berjalan merangsek ke arah panggung dan langsung menikam Salam berkali-kali di Leher dan Perut.

Polisi bertindak cepat dengan mengidentifikasi pelaku sebagai Hadi Matar, lelaki berusia 24 tahun asal New Jersey.

Namun, aksi tersebut malah mendapat apresiasi dari beberapa media Iran. Ada juga yang menyebut aksi Hadi adalah tindakan berani. Iran Daily bahkan menyebut penyerangan itu sebagai keputusan Ilahi.

Fakta mencengangkannya ialah, ternyata penikaman ini murni kejahatan terencana, tidak ada provokasi di lokasi.

Kenapa bisa disebut terencana, sebab pelaku datang lebih awal dengan menggunakan identitas palsu. Hal yang dituding sebagai faktor pemicu aksi Hadi ialah seruan Iran untuk membunuh Rushdie karena menistakan agama.

Dimana penistaan tersebut dilakukan sang penulis melalui novelnya yang berjudul Ayat-ayat Setan tahun 1988.

Dari insiden penikaman, penulis itu dinyatakan hampir kehilangan salah satu matanya. Tetapi, memang kondisinya cukup cepat pulih karena sehari setelahnya dia sudah membaik. Lalu dalam beberapa hari ventilator sudah bisa dilepas dan diajak berbicara oleh para penyidik.

 

Pelaku Tidak Merasa Bersalah Sama Sekali

Setelah berhasil ditangkap dan dibawa ke persidangan, Hadi mengaku sama sekali tidak merasa bersalah atas percobaan pembunuhan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya dalam persidangan di Pengadilan Chautauqua. Kuasa Hukumnya juga meminta agar pihak terkait tidak membahas kasus penikaman di media.

Sebelumnya, dewan juri mendakwa Hadi dengan tuduhan percobaan pembunuhan tingkat 2 serta penyerangan.

Dirinya langsung mendekam di jeruji besi tak lama setelah melancarkan penyerangan. Dan nanti, jika tuduhan dewan juri terbukti, dia akan mendapat hukuman 25 tahun penjara. Sementara itu persidangan masih berlangsung dan belum menemukan hasil.

 

Dampak Penikaman Pada Karir Rushdie

Siapa sangka setelah kejadian mengenaskan tadi, penjualan The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan malah meningkat tajam.

Bahkan berhasil menduduki puncak buku terlaris di rak buku fiksi dan kontemporer Amazon. Juga menjadi yang paling laris kedua di rak Ilmu sosial dan politik, Humor Psikologi dan Self-help. Hingga menduduki posisi ketiga untuk fiksi satire.

Dampaknya memang terjadi pada hampir semua buku Rushdie, namun yang paling signifikan adalah The Satanic Verses.

 

Siapa Sosok Salman Rushdie

Bagi Anda yang belum tahu, dia adalah pengarang buku berkebangsaan Inggris yang lahir pada Juni tahun 1947. Menjadi salah satu sastrawan penting di akhir abad 20 dan terkenal dengan daya tulisan unik.

Seperti mencampurkan sejarah dan realisme magis dalam tulisannya. Sepanjang karir sudah 13 buku berhasil memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi.

Misalnya, Booker Prize untuk karyanya bertajuk Midmights Children pada 1981. Ada pula Booker of Booker untuk karya yang rilis pada 1993. Kenapa The Satanic Verses menjadi sangat kontroversi, karena menyinggung sejarah dari riwayat dalam agama islam.

Yakni kisah bagaimana Muhammad membatalkan ayat yang sebelumnya telah disampaikan pada suku Quraisy.

Parahnya, pembatalan tersebut beralasan bahwa sebelumnya ayat-ayat tadi berasal dari setan dan bukan dari Tuhan. Tentu berbagai lapisan umat muslim sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Rushdie.

Dan itulah informasi terkait kemunculan Salman Rushdie setelah insiden penikaman oleh Hadi dan fakta seputar kasus tersebut. (redaksi: situs slot online )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *